Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2026

Karya Siswa Bulan Ini : Fajar di Telapak Tangan Ibu

Sebuah karya sastra yang sarat akan makna dan emosi mendalam, diadaptasi dari cerpen orisinal karya Aura Amelia (Siswi Kelas 11 SMA Ad-Dakwah) . Dengan mempertahankan alur asli yang kuat dan menyentuh, versi ini hadir dengan narasi yang lebih mendalam untuk menggambarkan betapa agungnya pengorbanan seorang ibu tunggal demi pendidikan anaknya. Selamat membaca. Fajar di Telapak Tangan Ibu        Kilas fajar belum lagi memecah langit Desa Sukamaju, namun Maya sudah terjaga. Suara jangkrik di luar dinding bambu rumahnya perlahan mulai surut, digantikan oleh derit lantai kayu saat kakinya melangkah menuju dapur. Sejak suaminya berpulang tujuh tahun lalu, saat putra semata wayangnya, Riko, baru menginjak usia sepuluh tahun, Maya telah melupakan cara untuk mengeluh. Di pundak ringkihnya, masa depan Riko dipertaruhkan. Sebelum matahari sempat menyapa pucuk-pucuk padi, Maya sudah berada di hamparan sawah milik juragan desa. Kakinya terbenam dalam lumpur dingin, tanganny...

Karya Siswa Bulan Ini : Rumah Tanpa Dinding

Bagi sebagian orang, rumah adalah tempat pulang yang paling menenteramkan setelah lelah menantang dunia. Namun, bagi sebagian lainnya, rumah justru menjadi medan pertempuran yang paling sunyi, di mana dinding-dindingnya tidak lagi mampu menahan runtuhnya air mata. Maka dari itu,  dengan bangga Kami mempersembahkan sebuah Cerpen inspiratif yang lahir dari buah pemikiran Syakila Ramadhani , siswi kelas 11 SMA Swasta Ad-Dakwah dengan judul Rumah Tanpa Dinding . Lewat untaian kata dalam cerpen ini, kita akan diajak menyelami sudut pandang seorang anak bernama Lala, yang harus tumbuh lebih cepat dari usianya demi menjadi payung pelindung bagi ibunya di tengah badai domestik yang berkecamuk. Sebuah kisah sederhana namun mendalam tentang luka, pengorbanan, pertobatan, dan arti sejati dari sebuah penerimaan dalam keluarga.  Rumah Tanpa Dinding Matahari pagi menyinari halaman dengan hangat, membiarkan sinarnya menembus sisa-sisa embun yang masih memeluk dedaunan. Di dalam rumah, seoran...