Langsung ke konten utama

Postingan

Karya Siswa Bulan Ini : Fajar di Telapak Tangan Ibu

Sebuah karya sastra yang sarat akan makna dan emosi mendalam, diadaptasi dari cerpen orisinal karya Aura Amelia (Siswi Kelas 11 SMA Ad-Dakwah) . Dengan mempertahankan alur asli yang kuat dan menyentuh, versi ini hadir dengan narasi yang lebih mendalam untuk menggambarkan betapa agungnya pengorbanan seorang ibu tunggal demi pendidikan anaknya. Selamat membaca. Fajar di Telapak Tangan Ibu        Kilas fajar belum lagi memecah langit Desa Sukamaju, namun Maya sudah terjaga. Suara jangkrik di luar dinding bambu rumahnya perlahan mulai surut, digantikan oleh derit lantai kayu saat kakinya melangkah menuju dapur. Sejak suaminya berpulang tujuh tahun lalu, saat putra semata wayangnya, Riko, baru menginjak usia sepuluh tahun, Maya telah melupakan cara untuk mengeluh. Di pundak ringkihnya, masa depan Riko dipertaruhkan. Sebelum matahari sempat menyapa pucuk-pucuk padi, Maya sudah berada di hamparan sawah milik juragan desa. Kakinya terbenam dalam lumpur dingin, tanganny...

Karya Siswa Bulan Ini : Rumah Tanpa Dinding

Bagi sebagian orang, rumah adalah tempat pulang yang paling menenteramkan setelah lelah menantang dunia. Namun, bagi sebagian lainnya, rumah justru menjadi medan pertempuran yang paling sunyi, di mana dinding-dindingnya tidak lagi mampu menahan runtuhnya air mata. Maka dari itu,  dengan bangga Kami mempersembahkan sebuah Cerpen inspiratif yang lahir dari buah pemikiran Syakila Ramadhani , siswi kelas 11 SMA Swasta Ad-Dakwah dengan judul Rumah Tanpa Dinding . Lewat untaian kata dalam cerpen ini, kita akan diajak menyelami sudut pandang seorang anak bernama Lala, yang harus tumbuh lebih cepat dari usianya demi menjadi payung pelindung bagi ibunya di tengah badai domestik yang berkecamuk. Sebuah kisah sederhana namun mendalam tentang luka, pengorbanan, pertobatan, dan arti sejati dari sebuah penerimaan dalam keluarga.  Rumah Tanpa Dinding Matahari pagi menyinari halaman dengan hangat, membiarkan sinarnya menembus sisa-sisa embun yang masih memeluk dedaunan. Di dalam rumah, seoran...

PENGUMUMAN KELULUSAN SMA SWASTA AD-DAKWAH

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Selawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada uswah hasanah kita, Nabi Muhammad SAW. Hari ini adalah momen bersejarah. Setelah tiga tahun menimba ilmu, menempa diri dalam disiplin, dan menghiasi hari dengan ibadah di SMA Swasta Ad-Dakwah, tibalah saatnya kami mengumumkan hasil perjuangan kalian. Berdasarkan hasil rapat Dewan Guru SMA Swasta Ad-Dakwah mengenai kriteria kelulusan siswa sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan hasil asesmen akhir, maka dengan ini Kepala Sekolah SMA Swasta Ad-Dakwah menetapkan: 1. Status Kelulusan Seluruh siswa-siswi kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026 dapat melihat status kelulusan masing-masing melalui: Link berikut:  klik disini Waktu Akses: Mulai pukul 10.00 WIB hari ini. 2. Pesan untuk Siswa Selamat bagi kalian yang dinyatakan LULUS. Keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras, doa orang tua, dan bimbin...

Karya Siswa Bulan Ini : Cahaya di Balik Kotak Es

Setiap tetes keringat yang jatuh dalam perjuangan adalah tinta yang sedang menuliskan masa depan. Bulan ini, rubrik Karya Siswa dengan bangga mempersembahkan sebuah Cerpen inspiratif yang lahir dari buah pemikiran Najwa Alkarimah , siswi kelas 11 SMA Swasta Ad-Dakwah . Melalui cerpen berjudul "Cahaya di Balik Kotak Es" , Najwa membawa kita menyelami kehidupan Aqil, seorang remaja yang tidak hanya memanggul tas sekolah, tetapi juga kotak es lilin demi impian dan keluarganya. Kisah ini adalah sebuah pengingat lembut namun kuat bagi kita semua: bahwa kemiskinan bukanlah penghalang, melainkan tungku api yang menempa mental seseorang menjadi sekuat baja. Bagaimana kegigihan seorang siswa penjual es lilin mampu menaklukkan keterbatasan dan meraih prestasi tertinggi? Mari kita simak bersama untaian kisah penuh haru dan motivasi berikut ini. Selamat membaca dan memetik hikmahnya. Cahaya di Balik Kotak Es   Di sebuah sudut sempit Jakarta, aroma tanah basah setelah hujan selalu menyam...