Langsung ke konten utama

Karya Siswa Bulan Ini : Dunia di Balik Selimut

Setiap orang punya cerita yang tersembunyi di balik senyumnya, dan terkadang kita baru menyadarinya setelah merasakan luka yang sama. Bulan ini, rubrik Karya Siswa mempersembahkan sebuah cerpen mendalam karya Elma Amiqa dari Kelas 11 SMA Swasta Ad-Dakwah.

Berjudul "Dunia di Balik Selimut", kisah ini mengajak kita merenung tentang batas tipis antara kenyataan dan mimpi, serta bagaimana sebuah teguran batin bisa mengubah kebencian menjadi permintaan maaf yang tulus. Selamat membaca dan memetik hikmahnya.

DUNIA DI BALIK SELIMUT

 

Cahaya matahari pagi menyusup melalui celah-celah jendela kayu yang mulai usang, merayap pelan di atas lantai semen sebelum akhirnya menyentuh wajah seorang gadis remaja bernama Alifa. Suasana pagi ini begitu cerah dan indah, seharusnya bisa memberikan energi positif seperti semangat untuk beraktivitas. Tapi sayangnya tidak untuk Alifa, ia terbangun dari tidurnya dengan wajah murung dan lesu karena teringat jika ia harus bersekolah dan menjadi korban bully lagi seperti biasanya ditambah orang tuanya malam tadi telah bertengkar hebat. 

Ia membuka mata dengan kelopak yang terasa berat. Wajahnya murung, lesu, dan ada sisa sembab di sudut matanya. Ingatannya langsung terlempar pada kejadian semalam—sebuah simfoni keributan yang sudah menjadi "makanan" rutin di rumahnya. Suara pecahan kaca dan teriakan ayah serta ibunya masih terngiang sangat jelas, seolah dinding kamar itu merekam setiap cacian yang terlontar.

 

"KAMU DIAM AJA! UANG YANG AKU HABISKAN ITU UANGKU!" suara ayahnya yang berat dan penuh amarah menggelegar.

 

"YA MEMANG UANG YANG KAMU CARI, TAPI ITU UNTUK KEBUTUHAN SEHARI-HARI! MANA NAFKAHMU SEBAGAI KEPALA KELUARGA?!!" balas ibunya dengan suara bergetar karena tangis.

 

"HALAHH.... ALASAN KAMU AJA UNTUK KEBUTUHAN! UANG YANG SELAMA INI AKU KASIH KEMANA? KAMU HABISKAN SENDIRI, KAN?!!"

Seluruh perdebatan itu terekam jelas dan terus berputar dikepala Alifa. Ingin rasanya tertidur pulas hingga tidak pernah terbangun lagi namun Allah berkata lain, Allah masih saja membiarkan seorang Alifa hidup melewati lika liku dunia. 

"Akhh.... Allah gak adil sekali sama ku, katanya Allah Maha Adil... Dimana letak adilnya." Umpatnya lalu berjalan meninggalkan tempat tidur untuk bersiap ke sekolah. 

Dengan langkah santai, ia meninggalkan tempat tidur. Alifa sudah hafal ritme rumahnya; setelah pertengkaran hebat, dapur akan menjadi tempat paling sunyi. Tidak akan ada aroma nasi goreng atau sekadar teh hangat untuk sarapan. Ibunya pasti masih terpuruk dalam kesedihan, dan ayahnya entah di mana. Alifa memutuskan untuk langsung berangkat sekolah tanpa melirik ke arah dapur sedikit pun. Ia tidak ingin hatinya kecewa karena berharap pada sesuatu yang tidak ada.

Ia terus berjalan melewati perempatan jalan sebelum akhirnya tiba di sekolah, beruntung rumahnya tidak terlalu jauh dari sekolah. Di perempatan jalan, ia melihat beberapa teman sekolahnya naik ojek atau angkutan umum dengan tawa riang. Alifa hanya bisa menunduk. Jangankan untuk naik angkutan umum, dirinya hanya memegang selembar uang dua ribuan, uang sisa kemarin yang memang sengaja ia sisihkan untuk jaga-jaga. Perekonomian keluarganya cukup sulit ditambah ayahnya yang kecanduan berjudi dan mabuk-mabukan. 

Sesampainya di gerbang sekolah, Alifa terhenti. Ia memandangi bangunan sekolah itu dengan perasaan campur aduk. Ia tidak membenci pendidikan; ia punya impian menjadi orang sukses agar bisa membawa ibunya keluar dari neraka ini. Namun, bangunan itu juga merupakan tempat penyiksaan lain baginya. Ia adalah siswi yang dianggap lemah, target empuk bagi mereka yang merasa memiliki segalanya.

Benar saja, begitu ia melangkah masuk ke kelas, teman-temannya sudah lebih dulu tiba. . Meja dan bangkunya sudah "dihias" sedemikian rupa oleh rutinitas keji teman-temannya. Coretan spidol berisi makian, tumpukan sampah plastik, bekas permen karet yang lengket di sandaran kursi, terkadang bangkunya juga di jatuhkan di ujung kelas, hingga bau menyengat dari telur busuk yang sengaja dipecahkan di kolong mejanya.

"Nahh... kayak gini kan bagus. Cocok meja penuh sampah dengan muka kayak sampah si beban Alifa," ujar Ira dengan tawa meremehkan, berdiri berkacak pinggang di depan gengnya.

 

"Eh ehh... Biar lo tau ya Ra, ortunya si Alifa berantem lagi tadi mlm. Mereka berantem hebat terus gue juga denger suara pecahan kaca," lapor Dara sekaligus tetangga Alifa

 

"Wah.. Wahh... Info bagus Dara! Kita tunggu aja orangnya masuk kelas, pasti makin seru," sahut Ira puas.

 

"Oke oke."

 

Nasib malang setelah mereka berdua selesai berbicara bertepatan dengan Alifa yang masuk kelas menuju mejanya. 

 

"Duh duhh... Meja siapa sih ini yang bau banget, ngurusin meja belajar aja gak bisa, apalgi diri sendiri... Pantesan bau banget," hina Ira tanpa ampun.

 

"Gila sih sampah sebanyak ini, merusak pagi gue yang indah aja. Oiya Ra, lo tau gak sih tadi malam ortunya dia berantem lagi loh."

 

"Ihh... Ya ampun, emang apa penyebabnya?," tanya Ira dengan nada kepo.

 

"Kayaknya ayah si Alifa mabuk berat lagi dan kalah judi, soalnya aku dengar jelas kalau ayahnya marah-marah bahas uang," Dara menimpali sambil mendekat.

 

"Miris banget ya dia, udah hidup susah malah punya ayah pemabuk, kuat main judi lagi tuh.. Untung ibunya masih oke," kata Ira berpura-pura simpati namun diakhiri dengan seringai.

 

"Tapi kayaknya sebentar lagi ibunya bakal gila sih, liat aja... Ngadepin suami kayak gitu dengan kehidupan yang MISKIN ditambah punya anak yang gak guna. Fiks bentar lagi pasti jadi orang gila sih ibunya HAHAHAHA," ledek Dara puas.

 

Alifa yang mendengar semua itu hanya tertunduk diam menahan air matanya agar tidak jatuh sambil terus membersihkan sampah-sampah yang ada diatas mejanya. Ia kesal, marah, tpi ia juga tidak punya keberanian untuk membela diri karena ia tau pembullyan itu akan semakin parah jika dia membela diri. Sepanjang jam pelajaran, Alifa hanya bisa menahan tangis. Hari itu terasa sangat panjang, bagai dipaksa menelan pare mentah yang sangat pahit sementara ia sudah sangat lapar akan ketenangan.

     Sepulang sekolah, Alifa tiba di rumahnya dengan air mata yang belum kering membasahi pipi. Jelas saja, ia menangis sepanjang jalan karena lelah menghadapi kehidupan. 

 

"Ass......." 

 

Salamnya terputus. Di ruang tamu yang berantakan, ia melihat ibunya terduduk di lantai, memeluk lutut sambil menangis tersedu-sedu. Hati Alifa hancur. Ia berlari, menjatuhkan tasnya, dan langsung memeluk tubuh ibunya yang rapuh.

 

"MAKSUD AYAH APA SAMPAI IBU NANGIS BEGINI HAA?!" teriak Alifa, emosi yang ia bendam sejak pagi meledak begitu melihat ayahnya berdiri di ambang pintu kamar dengan wajah bengis.

 

"HEHH.... ANAK SIALAN!, aku sama ibumu sudah bercerai talak tiga jadi pergi dari rumahku ini, bawa ibumu yang gak berguna itu, PERGI!"

 

PRANGG! Sebuah gelas dilemparkan sang ayah, pecah tepat di samping kaki Alifa.

"TIDAAKKK!"   

 

Alifa tersentak hebat. Ia terbangun dengan napas tersengal-sengal. Jantungnya berdegup kencang seolah habis berlari maraton. Keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya, dan tangannya masih gemetaran hebat. Ia memandang sekeliling dengan bingung. Ia berada di kamarnya yang bersih dan nyaman.

Tak lama, pintu terbuka pelan. Ibunya masuk dengan wajah segar dan senyum yang sangat lembut, membawa segelas susu hangat di atas nampan. Beliau duduk di tepi tempat tidur, mengelus rambut Alifa, lalu mencium dahinya dengan penuh kasih sayang. 

"Pagi sayang... Kamu kenapa? Kok kayak ketakutan gitu?" tanya Ibu lembut.

 

Alifa masih terpaku, mencoba mencerna kenyataan. "Ma... Papa di mana?" tanyanya dengan suara serak.

 

"Ada di ruang tengah lagi ngopi sambil baca berita, emang kenapa? Tumben nanyain Papa duluan," goda Ibunya sambil menyodorkan susu.

 

"Gak apa-apa, Ma..." Alifa menerima susu itu, namun pikirannya melayang jauh.

Alifa menyadari sepenuhnya bahwa kehidupan menderita yang baru saja ia lalui hanyalah sebuah mimpi buruk yang dikirimkan sebagai peringatan. Di dunia nyata, hidupnya sangat berkecukupan dan harmonis. Namun, mimpi itu terasa sangat nyata karena ia melihat sosok "Vany" dalam dirinya di mimpi tersebut.

Vany adalah teman sekelasnya yang miskin, yang ayahnya memang bermasalah, dan selama ini Alifa-lah yang menjadi "Ira" bagi Vany. Alifa adalah sosok pembully handal yang selalu menghina Vany setiap hari. Rasa sakit, hinaan, dan keputusasaan yang ia rasakan dalam mimpi tadi adalah apa yang dirasakan Vany setiap hari karena perbuatannya.


Rasa bersalah yang teramat sangat menghantam dadanya. Pagi itu, Alifa berangkat ke sekolah dengan perasaan yang berbeda. 
Sesampainya di kelas, ia tidak bergabung dengan gengnya. Ia melangkah pasti menuju meja Vany yang sedang tertunduk.

Di depan teman-temannya yang mulai berbisik bingung, Alifa memegang tangan Vany. Dengan mata berkaca-kaca, ia berbisik cukup keras agar semua orang mendengar, "Vany... maafkan aku. Maaf atas semua perbuatanku selama ini."

Kelas pun sunyi. Alifa menyadari bahwa dunia di balik selimut tadi telah mengubah seluruh dunianya yang nyata.

 

~ Tamat ~


Kisah Alifa dalam "Dunia di Balik Selimut" mengingatkan kita bahwa penyesalan terdalam sering kali datang saat kita menyadari bahwa luka yang kita berikan kepada orang lain adalah luka yang paling kita takuti jika menimpa diri sendiri. Melalui pena Elma Amiqa (Kelas 11 SMA Swasta Ad-Dakwah), kita diajak untuk berhenti menjadi hakim bagi hidup orang lain dan mulai menjadi pelindung bagi mereka yang lemah.

Semoga kita semua memiliki keberanian seperti Alifa: berani mengakui kesalahan dan berani untuk berubah menjadi lebih baik.




Ditulis oleh: Tim Media & Publikasi SMA Swasta Ad-Dakwah 
Lokasi: SMA Swasta Ad-Dakwah, Sei Bamban, Serdang Bedagai

Komentar

  1. 👍👍👍👍👍

    BalasHapus
  2. 👍🏻👍🏻👍🏻

    BalasHapus
  3. 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍

    BalasHapus
  4. ceritanya keren sih, plot twist nya dapet 👍👍👍

    BalasHapus
  5. 👍👍👍
    👍👍👍

    BalasHapus
  6. 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍

    BalasHapus
  7. 👍🏻👍🏻👍🏻

    BalasHapus
  8. 👍👍👍👍

    BalasHapus
  9. 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍

    BalasHapus
  10. 👍👍👍👍👍👍

    BalasHapus
  11. 👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻

    BalasHapus
  12. 👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻

    BalasHapus
  13. Alfarizi king 117 April 2026 pukul 21.42

    👍👍👍👍👍👍👍

    BalasHapus
  14. raka prasetia😎7 April 2026 pukul 21.43

    keren banget kak 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍

    BalasHapus
  15. king lepie ellit cs7 April 2026 pukul 21.43

    BEH SERU KAK CERITANYA👍🏻👍🏻👍🏻

    BalasHapus
  16. Ceritanya bagus banget kak elma semangat kk elma

    BalasHapus
  17. 👍👍👍👍👍👍👍👍

    BalasHapus
  18. 👍👍👍👍👍👍👍👍

    BalasHapus
  19. 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱

    BalasHapus
  20. sumpah gk ketebak endingnya wkwk

    BalasHapus
  21. Alur ceritanya bagus👍

    BalasHapus
  22. anak SMA bisa buat karya begini keren loh. bermanfaat hasil belajarnya.

    BalasHapus
  23. Menyentuh qolbu🥲

    BalasHapus
  24. SELAMAT MEMBACA KARYA MURID KAMI

    BalasHapus
  25. Bagus ceritanya nyambung dan menyentuh hati😇

    BalasHapus
  26. MaasyaAllah. Keren.
    Ikut terbawa saat membacanya

    BalasHapus
  27. MasyaaAllah sudah cantik, cerdas lagi🔥

    BalasHapus
  28. min pls buatkan cerita yang lebih panjang,suka baca cerpen genre gini🥰

    BalasHapus
  29. Masyallah keren banget 👏👏👏👍👍

    BalasHapus
  30. Alhamdulillah.... cerita ini memotivasi pembaca dan bermanfaat

    BalasHapus

Posting Komentar

Populer

SPMB SMA Swasta Ad-Dakwah Tahun Ajaran 2025/2026

SPMB SMA Swasta Ad-Dakwah TA 2025/2026 📢 Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) SMA Swasta Ad-Dakwah TA. 2025/2026 SMA Swasta Ad-Dakwah Serdang Bedagai membuka Pendaftaran Peserta Didik Baru untuk tahun ajaran 2025/2026 !!! Bergabunglah bersama kami membentuk generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak mulia, dan mandiri. ✅ Keunggulan Sekolah: Terakreditasi A Kurikulum berbasis nilai Islam dan IPTEK Program Tahsin & Tahfidz Fasilitas lengkap: Laboratorium, UKS, Perpustakaan, Kantin Sehat Ruang belajar nyaman, lapangan indoor & outdoor Beragam kegiatan ekstrakurikuler 📄 Syarat Pendaftaran: Fotokopi Akta Kelahiran Fotokopi Kartu Keluarga Pas Foto 3x4 (2 lembar) Mengisi Formulir Pendaftaran Fotokopi Raport Semester Terakhir (SMP atau SMA untuk pindahan) 📍 Alamat Sekolah: Jalan Gempolan Pasar I Kiri Gg. Bakti Dusun IV, Desa Penggalangan, Kecamatan S...

AD-DAKWAH DARI MASA KE MASA : SEJARAH DAN PROFIL LENGKAP SMA SWASTA AD-DAKWAH

    Pendidikan adalah sebuah perjalanan panjang dalam menanamkan benih kebaikan, kecerdasan, dan integritas . Sebagai lembaga pendidikan yang terus tumbuh dan bertransformasi di jantung Kabupaten Serdang Bedagai, kami merasa bangga dan terhormat dapat menjadi bagian dari perjalanan akademis serta pembentukan karakter putra-putri bangsa. SMA Swasta Ad-Dakwah: Lebih dari Sekadar Ruang Kelas Berlokasi di lingkungan pedesaan yang asri dan tenang, SMA Swasta Ad Dakwah hadir bukan sekadar sebagai tempat bertemunya guru dan murid. Kami mendefinisikan diri kami sebagai sebuah "Rumah Pendidikan" : Tempat Inovasi Disemai: Kami mendorong setiap murid untuk berpikir kreatif dan adaptif; Tempat Moralitas Dijunjung: Nilai-nilai religius dan etika menjadi fondasi utama setiap langkah kami; Tempat Prestasi Diukir: Kami percaya bahwa kerja keras adalah kunci untuk mencapai potensi emas setiap anak. “ Di sini, kami percaya bahwa setiap anak memiliki potensi unik. Kami berkomitmen membimb...

Pendaftaran Siswa Baru (SPMB) SMA Swasta Ad-Dakwah TA 2026/2027 Telah Dibuka !

Bingung mencari sekolah menengah atas (SMA) yang tepat untuk putra-putri Anda ??? Mencari sekolah yang tidak hanya unggul dalam akademik tetapi juga mengedepankan pendidikan karakter dan agama ??? Kabar gembira ! ! ! SMA Swasta Ad-Dakwah Serdang Bedagai kini telah resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk Tahun Ajaran 2026/2027.  Sebagai sekolah yang telah menyandang status Terakreditasi "A" , SMA Swasta Ad-Dakwah berkomitmen penuh untuk memberikan pendidikan berkualitas terbaik bagi generasi penerus bangsa.  Mengapa Memilih SMA Swasta Ad-Dakwah ??? SMA Swasta Ad-Dakwah hadir dengan Visi: " Mewujudkan Generasi Yang Berakhlak Mulia, Qur'ani, Cerdas Dan Mandiri ". Untuk mewujudkan visi tersebut, kami menawarkan berbagai keunggulan dan fasilitas yang mendukung perkembangan siswa secara holistik (menyeluruh), baik dari segi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) maupun Iman dan Taqwa (IMTAQ).  Keunggulan Kami:  Pendidik Terkualifikasi : Dibimbing oleh ...

Karya Siswa Bulan Ini: Melukis Keberagaman dalam "Kanvas Harmoni Nusantara"

Karya seni visual oleh Virza Maulinda Lubis (Kelas XI)  ini merupakan sebuah refleksi mendalam tentang kecintaan terhadap tanah air. Melalui judul "Kanvas Harmoni Nusantara" , Virza tidak sekadar menggambar pemandangan, melainkan menyusun sebuah mozaik identitas bangsa yang kompleks namun tetap seimbang. Di pusat karya, kita melihat sosok perempuan bersahaja yang tengah melukis. Sosok ini adalah representasi dari generasi muda Indonesia, sang pelukis masa depan yang memegang kuas peradaban. Pakaian batik yang dikenakannya menegaskan bahwa identitas budaya bukanlah sesuatu yang tertinggal di masa lalu, melainkan sesuatu yang kita pakai dan kita bawa saat kita berkarya. Setiap goresan warna dalam karya ini menyimpan cerita yang saling bertaut: Pusaka Arsitektur: Kehadiran Candi Borobudur di bagian tengah melambangkan fondasi spiritual dan kecerdasan arsitektural leluhur yang tetap kokoh melintasi zaman. Kekuatan Alam dan Geografi: Visualisasi gunung berapi yang mengepulkan ...

Pengumuman Kelulusan Online SMA Swasta Ad-Dakwah

Pengumuman Kelulusan Pengumuman Kelulusan NIS: Nama Lengkap: Cek Kelulusan NIS: Nama: Jenis Kelamin: Asal Sekolah: Status Kelulusan: Cetak Bukti Kelulusan

Peran dan Kiprah OSIS SMA Swasta Ad-Dakwah dalam Membentuk Karakter Siswa

          Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di SMA Swasta Ad-Dakwah bukan sekadar wadah kegiatan siswa, melainkan bagian penting dalam pembentukan karakter, kepemimpinan, dan jiwa sosial generasi muda. OSIS hadir sebagai perpanjangan tangan sekolah dalam menggali potensi siswa dan menanamkan nilai-nilai Islami yang menjadi ciri khas SMA Swasta Ad-Dakwah. " Dengan semangat kekeluargaan dan kerja sama, OSIS SMA Swasta Ad-Dakwah berkomitmen untuk menjadi pelopor perubahan positif di sekolah. Bersama, kita bisa membangun masa depan yang lebih baik, penuh prestasi, dan berakhlakul karimah  " ungkap Cahaya selaku Ketua OSIS SMA  Swasta Ad-Dakwah TA. 2024/2025. OSIS SMA Swasta Ad-Dakwah 🌟 Visi OSIS OSIS SMA Swasta Ad-Dakwah memiliki visi besar: “ Menjadikan OSIS sebagai organisasi yang proaktif, kreatif, dan inovatif dalam mengembangkan bakat dan potensi siswa. Mewujudkan lingkungan sekolah yang kondusif dan nyaman, serta memperkenalkan nama SMA ...

No More Bullying! Gerakan 'Rukun Sama Teman' Langkah Nyata OSIS SMA Swasta Ad-Dakwah

Pemandangan di halaman tengah sekolah pagi ini terasa berbeda. Di bawah rimbunnya dedaunan dan latar belakang mural edukasi yang berwarna-warni, nampak barisan pemuda-pemudi pilihan berdiri dengan tegak. Mengenakan seragam kebanggaan dan peci hitam yang melambangkan identitas nasional serta religiusitas, mereka adalah wajah-wajah baru yang akan menakhodai bahtera OSIS selama satu tahun ke depan. Kepala Sekolah & OSIS SMA Swasta Ad-Dakwah Foto di atas bukan sekadar dokumentasi formal. Kepalan tangan yang diangkat serentak adalah simbol  "Komitmen Tanp a Batas" . Ini adalah janji bahwa setiap aspirasi siswa akan didengar, dan setiap tantangan akan dihadapi dengan bahu-membahu. Tahun ini, estafet kepemimpinan dipercayakan kepada  Elma Amiqa  sebagai Ketua OSIS , didampingi oleh  Adriansyah  sebagai Wakil Ketua . Duet kepemimpinan ini diharapkan mampu membawa keseimbangan antara ketegasan organisasi dan pendekatan yang humanis kepada seluruh siswa. " Kami berdir...

Perpisahan Mahasiswa/I PPL STAI Tebing Tinggi Deli

Pertemuan dan perpisahan adalah dua hal yang pasti terjadi dalam sebuah perjalanan. Setelah kurang lebih 3 Bulan  bersinergi bersama, hari ini keluarga besar SMA Swasta Ad-Dakwah secara resmi melepas mahasiswa/i Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari STAI Tebing Tinggi Deli . Kata Sambutan oleh Kepala SMA Swasta Ad-Dakwah (Ike Idriani Saragih, S.Pd., Gr.) Kehadiran para mahasiswa ini telah memberikan warna tersendiri dalam dinamika belajar mengajar di lingkungan SMA Swasta Ad-Dakwah.  Selama masa praktiknya, rekan-rekan mahasiswa STAI Tebing Tinggi Deli tidak hanya fokus pada pemenuhan tugas akademik, tetapi juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sekolah, mulai dari: Pendampingan KBM: Membantu guru dalam menyampaikan materi di kelas dengan metode yang kreatif. Kegiatan Ekstrakurikuler: Turut serta membimbing siswa dalam kegiatan keagamaan dan pembinaan karakter. Inovasi Administrasi: Membantu kelancaran tugas-tugas administratif di lingkungan sekolah. Kepala Sekolah S...